Proses ekstraksi minyak secara Fermentasi melibatkan enzim-enzim pemecah emulsi santan.. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, pH, suhu dan lamanya reaksi enzimatik. Sehingga semua proses di dalam pembuatan minyak kelapa ini harus di perhatikan agar tidak terjadi kesalahan.
Pertama, tujuan dari penambahan air hangat pada parutan kelapa adalah agar pengambilan protein yang terdapat pada kelapa dapat di lakukan dengan cepat, sehingga pada saat proses pengepresan santan yang di hasilkan sangat baik. Selanjutnya tujuan pemisahan skim dan krim adalah untuk memudahkan dalam proses fermentasinya, yaitu apabila skimnya juga ikut, maka proses fermentasinya akan membutuhkan waktu yang lama karena bahan yang di fermentasi sangat banyak.
Kedua, tujuan dari penambahan air kelapa adalah agar ragi yang di tambahkan memakan air kelapa tersebut, karena air kelapa mengandung gula, sehingga terjadilah proses fermentasi, sehingga di akhir proses di daptkan tai minyak yang pahit dan pada saat proses fermentasi di lakukan secara anaerob yaitu tanpa udara dari luar, akan tetapi pada saat fermentasi di alirkan selang kedalam air yang bertujuan agar apabila pada proses fermentasi terjadi gelembung yang besar, maka tidak terjadi ledakan. Selanjutnya adapun kelebihan dari proses fermentasi ini adalah tahan lama, tidak mudah tengik dan hampir tanpa kandungan kolesterol. Fermikel mengandung lebih dari 95% trigliserida (trigliserol) serta beberapa jenis asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Secara biologi, fermikel lebih aman dan menguntungkan dibanding-kan minyak tradisonal yang diproduksi dari kopra, karena dapat mencegah terjadinya infeksi oleh serangga dan jamur penghasil aflatoksin yang berpotensi menimbulkan keracunan.
Cara Fermentasi
Pada cara fermentasi, santan didiamkan untuk memisahkan skim dari krim. Selanjutnya krim difermentasi untuk memudahkan penggumpalan bagian bukan minyak (terutama protein) dari minyak pada waktu pemanasan. Mikroba yang berkembang selama fermentasi, terutama mikroba penghasil asam. Asam yang dihasilkan menyebabkan protein santan mengalami penggumpalan dan mudah dipisahkan pada saat pemanasan.
Informasi alat pembuatan minyak goreng tanpa pemasan bisa klik di My Link Pusat Penjualan Mesin Home Industri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar